23.2.10

Dukun Itu Telanjangi dan Rekam Tubuh Pasiennya

Dukun Itu Telanjangi dan Rekam Tubuh Pasiennya - Zeli, 35, warga Desa Karputih, Kecamatan Blega, Bangkalan, meringkuk di tahanan Mapolres Bangkalan. Pria yang sehari-hari dikenal sebagai dukun itu ditangkap karena menelanjangi sejumlah pasien lalu merekam tubuh bugil mereka.

MW, 20, warga Kecamatan Konang, Bangkalan, adalah salah satu korban yang dikerjai pria muda ini.

Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, SH, Senin (22/2), mengungkapkan korban melaporkan ulah sang dukun setelah rekaman tubuh bugilnya beredar luas. Suwarno menjelaskan, korban tidak sadar bahwa dirinya telah direkam melalui kamera ponsel . “Dalam laporan, korban menyebutkan bahwa hasil rekaman tersebut telah beredar sampai ke desanya,” ujar Suwarno.

Adik MW lah yang mendapati tubuh telanjang kakaknya menjadi konsumsi publik via ponsel. Korban pun meradang dan melaporkan praktik nakal Zeli ke polisi. Berdasarkan bukti rekaman dan pengakuan korban, Zeli tidak berkutik saat jajaran Polres Bangkalan mendatangi rumah dan menangkapnya, Minggu (21/2). Polisi juga menyita ponsel milik pelaku. “Masih kami selidiki apakah pelaku telah melanggar UU Pornografi atau pencabulan,” tegas Suwarno.

Jika pelaku terbukti melanggar UU Pornografi, maka ia akan dikenai hukuman maksimal lima tahun penjara. Namun, jika terbukti pelaku juga telah melakukan pencabulan maka akan dikenai hukuman 15 tahun penjara.

Zeli menjelaskan, ia tidak bermaksud mengedarkan hasil rekaman tersebut. Ia berdalih rekaman itu beredar setelah ponselnya rusak dan diperbaiki di sebuah konter. “Saya tidak tahu apakah beredarnya ketika saya menservis HP. Itu buat konsumsi saya pribadi,” aku pria dengan satu anak ini.

Pria bertubuh kecil dengan rambut cepak itu menceritakan bahwa korban MW telah berulang kali meminta bantuan. Namun, masalah korban tidak kunjung terselesaikan. “Akhirnya saya menyuruh dia telanjang sebagai alternatif terakhir,” katanya. Ia membantah telah melakukan pencabulan terhadap MW.

MW mengalami masalah kehidupan keluarga kurang harmonis. Ia mengaku sering mendatangi Zeli dan dalam dua tahun terakhir menjalani ritual telanjang di depan sang dukun.

Zeli mengatakan memiliki banyak pasien selain MW. Namun, ia memastikan tidak semua pasien menjalani ritual bugil. Ia mengatakan hanya tiga pasien termasuk MW yang mau telanjang saat proses ritual.

AKP Suwarno tidak langsung percaya keterangan Zeli. Polisi mencurigai lebih banyak lagi yang menjadi korban sang dukun cabul. “Kami akan terus mengumpulkan data termasuk dari korban MW. Sayangnya, rekaman-rekaman tersebut sudah tidak ada di HP pelaku yang kami sita,” katanya. (www.surya.co.id)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru